Cara Menyusun Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang Baik

Karya ilmiah remaja atau disebut KIR merupakan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah yang diadakan untuk melatih siswa dalam mengembangkan bakat dan kreativitas nya dalam menulis atau membuat karya ilmiah.

Kegiatan KIR ini biasanya diselenggarakan pada sekolah (SMP-SMA) atau madrasah (MTs-MA). Seperti biasa, kegiatannya dibimbing oleh guru. Pada tingkat SMP/MTs dibimbing guru IPA atau Bahasa Indonesia, sedangkan pada jenjang SMA/MA pembimbingnya yaitu guru Biologi atau Bahasa Indonesia.

Manfaat dari kegiatan KIR yaitu 1) dapat mengembangkan potensi siswa dalam bidang menulis karya ilmiah; 2) Sarana pengembangan diri.

Kembali ke permasalahan awal.

Agar dapat menyusun karya ilmiah yang bagus, siswa membutuhkan bimbingan ekstra mengingat bahwa kegiatan tersebut cukup "menguras" tenaga dan pikiran.

Seperti judul di atas, kali ini kami akan mencoba berbagi tips tentang cara menyusun karya ilmiah remaja atau KIR yang baik. Tapi, sebelum membuatnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu seperti apa susunan KIR yang benar.

Berikut ini susunannya:

  • Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat
  • Landasan teori atau kajian pustaka (berisi teori-teori yang mendukung pemecahan masalah)
  • Metode pengamatan
  • Hasil pengamatan (fakta atau data yang diperoleh dari proses pengamatan)
  • Teknik analisis data (jika ada)
  • Pembahasan (Membahas hasil pengamatan siswa dan kaitannya dengan landasan teori)
  • Penutup yang meliputi simpulan dan saran
  • Lampiran (biasanya terdiri dari tabel, gambar dan bagan).

Secara umum, itu lah susunan KIR.

Adapun langkah-langkah penyusunannya yaitu:

  • Persiapan - pada tahap persiapan, siswa harus menemukan permasalahan yang akan diamatinya, kemudian merancang rumusan untuk masalah tersebut, tujuannya dan manfaat apa yang bisa didapatkan oleh pembaca, mempersiapkan teori pendukung baik dari buku atau sumber lainnya, merencanakan langkah-langkah pengamatan dan teknik pengolahan data (jika pengamatannya bersifat kuantitatif)
  • Melakukan pengamatan - pada tahapan ini siswa melakukan pengamatan yang didasarkan pada rancangan atau langkah-langkah pengamatan
  • Pengolahan data (jika ada data berupa angka yang harus diolah)
  • Penyusunan karya tulis - pada tahap ini siswa menyusun tulisan atau karya ilmiah dari hasil pengamatannya
  • Evaluasi - pada tahap evaluasi, siswa akan diuji oleh pembina KIR terkait pengamatan yang dilakukannya.
Demikian lah cara untuk menyusun karya ilmiah remaja (KIR) yang kami ketahui.

Jika ada kekurangannya, mohon dikoreksi.

Subscribe to receive free email updates: